“Chair Stretching” Rekomendasi Aktivitas Fisik saat Break Belajar dan Bekerja dari Rumah

Penulis: Ayu sekarsari

Awal tahun 2020, publik dihebohkan dengan wabah virus Covid-19 yang dengan cepat menyebar ke seluruh negara di dunia. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah penyakit Covid-19 adalah darurat kesehatan global dan telah mencapai tingkat pandemik. Menanggapi hal tersebut, pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia mulai mengambil langkah cepat dan tanggap karena angka kesakitan dan kematian semakin meningkat dengan tajam.

Beberapa langkah pencegahan yang diambil meliputi penerapan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), deteksi dini, pembatasan akses keluar masuk daerah, dan pembatasan mobilitas fisik (social distancing).

Anjuran social distancing telah diberlakukan sejak Maret 2020. Didukung oleh kebijakan Pemda di masing-masing daerah, masyarakat pun mulai menerapkan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Pembatasan kegiatan di luar rumah merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Di sisi lain pembatasan ini menyebabkan perubahan gaya hidup masyarakat menjadi kurang gerak karena semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan duduk dan menatap layar komputer dalam waktu lama.

Handsun et al. (2021) dalam penelitiannya mengenai aktivitas fisik mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19, memperoleh data bahwa lebih dari 80% mahasiswa di Indonesia memiliki kategori aktivitas fisik ringan (sedentary). Hal ini tentu harus menjadi perhatian karena pekerjaan yang dilakukan dengan duduk terlalu lama, aktivitas fisik yang kurang dan tidak diimbangi dengan pemenuhan gizi yang seimbang berisiko menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes melitus, low back pain, kelainan postur tubuh, dan kegemukan.

Melakukan aktivitas fisik disela-sela waktu break saat bekerja atau belajar online merupakan cara yang efektif dan mudah untuk dilakukan oleh siapa saja terutama untuk anak muda dan orang dewasa.

Uraiwan C et al.(2015) menyarankan untuk break setiap 20 menit selama 2 jam duduk terus menerus. Peregangan dinamis pada otot punggung bawah setiap 20 menit bisa mencegah kekakuan pada punggung bawah. Selain peregangan dinamis, peregangan statis juga efektif dalam meningkatkan kelenturan otot kita. Mohamed (2020) merekomendasikan latihan chair stretching (sit-downs) sebagai peregangan statis untuk meningkatkan kelenturan sendi otot tubuh.

Bentuk Latihan Chair Stretching (sit-downs)

Chair stretching menjadi salah satu alternatif  latihan yang dapat dilakukan saat anda break dari aktivitas bekerja atau belajar dari rumah. Cegah kekakuan otot dan tingkatkan kelenturannya dengan Chair stretching. Selamat mencoba!!

Kepustakaan:
Hendsun, Y. F. (2021). Gambaran Aktivitas Fisik Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh Dan Masa Pandemik Covid-19. Jurnal Medika Hutama.
Mohamed Arab Kerroum, M. Z. (2020). Types of Classroom Chair Stretch Exercises and Their Feasibility and Potential to Structure The Recommend Classroom-Based Physical Activity Break Primary Programs. Sciendo, 12.
Uraiwan C, U. J. (2015). Immediate effects of dynamic sitting exercise on the. The Society of Physical Therapy Science.
Yuliana. (2019). Penerapan Kursi Ergonomis Dan Peregangan Untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Pada Pekerja di Industri PT “X” Kebumen Jawa Tengah. Jurnal Teknologi Kesehatan, 7.

 4,498 total views,  1 views today