LITERASI FISIK ANAK USIA SEKOLAH

Anak merupakan aset bangsa sehingga perlu diperhatikan kesehatannya. Perkembangan anak yang sehat sangat diharapkan dalam mewujudkan Indonesia yang kuat. Hal yang menjadi perhatian adalah bahwa saat ini anak cenderung kurang aktivitas fisik sehingga dapat menimbulkan permasalahan berat badan lebih (obesitas). Para ahli kesehatan masyarakat menekankan pentingnya pencegahan dalam penanganan terhadap masalah tersebut melalui promosi kesehatan dan peningkatan peran sekolah dalam mengembangkan aktivitas fisik pada anak.

Promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan aktivitas fisik pada anak dapat dilakukan melalui konsep literasi fisik.  Literasi fisik merupakan konsep kebiasaan gaya hidup sehat (Roetert dkk, 2010). Literasi fisik mengandung 4 komponen yang saling terkait yaitu motivasi/keyakinan, fisik, kognitif (pengetahuan dan pemahaman) dan perilaku. Literasi fisik melalui aktivitas bermain dapat memengaruhi perkembangan motorik pada anak usia sekolah sehingga bermanfaat dalam memperkaya gerakan tubuh.

Sekolah berperan dalam literasi fisik pada anak melalui pendidikan jasmani dan program ekstrakurikuler olahraga sehingga meningkatkan peranan sekolah berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat dalam mempromosikan aktivitas fisik. Keterlibatan anak pada kegiatan sekolah hendaknya bersifat menyenangkan, dan dapat meningkatkan keterampilan motorik. Diperlukan peran orang tua dan masyarakat dalam menerapkan literasi fisik.

Terdapat 2 tipe aktivitas fisik yang harus dilakukan oleh anak usia sekolah:

  1. Aktivitas bersifat aerobik
    Dilakukan selama 30 menit dengan intensitas sedang seperti berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Dilakukan 3 kali seminggu.


  2. Latihan penguatan otot
    Contoh aktivitas adalah memanjat, melempar bola atau melakukan push-up. Dilakukan 2 kali per minggu.
    Ilustrasi melempar bola basket

Literasi fisik melalui aktivitas fisik pada anak berperan dalam pembentukan karakter anak dikemudian hari maka perlu diberikan pola aktivitas fisik yang baik sejak dini.

Ditulis oleh : dr. Ijan Aprijana, Sp.KO

Kepustakaan

Centers for disease control and prevention. How much physical activity do children need? Diambil dari https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/index.htm, tanggal 25 Februari 2022

Juniar S. (2020). Gambaran tingkat aktivitas fisik anak usia sekolah yang mengalami gizi lebih di SDIT Al Hikmah Maros. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin, Makasar.

Kaioglou V, Dania A & Venetsanou F. (2020). How physically literate are children today? A baseline assessment of Greek children 8-12 years of age. Journal of Sports Sciences

Lestari I, Ratnaningsih T.(2016). The Effects of Modified Games on the Development of Gross Motor Skill in Preschoolers. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol.5, No.3, 216~220

Padehban V, Negarandeh R, Nikpeyma N. (2020). The Study of regular physical activity status and perception of barriers for performing it in adolescents. Nursing practice today Poitras VJ, etc. (2016). Systematic review of the relationships between objectively measured physical activity and health indicators in school-aged children and youth. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism

 130,850 total views,  99 views today