Perbedaan Jalan Kaki, Joging Dan Lari Serta Manfaatnya

Latihan fisik sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Salah satu latihan fisik yang mudah dan murah dilakukan adalah : jalan kaki, joging dan lari. Ketiga metode latihan tersebut, manakah yang lebih efektif dan aman?. Tentunya pertanyaan tersebut menjadi sering kita dengar di masyarakat awan, lebih baik mana dari ketiga jenis latihan fisik tersebut. Bila kita amati ketiga latihan tersebut, merupakan gerakan normal anatomis manusia pada umumnya. Pada fungsi tubuh normal semua dapat melakukan jalan kaki, joging dan lari. Gerakan tersebut baru dapat dikatakan latihan fisik apabila rutin dilakukan dengan jangka waktu tertentu sehingga dapat di nilai efektifitasnya. Namun pertanyaanya adalah apakah kita rutin melakukannya setiap hari?.

Latihan fisik merupakan aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana, terstruktur dan repetitif  dengan tujuan memelihara dan meningkatkan kebugaran. Maka dari itu kontinuitas dari latihan fisik sangat menentukan keberhasilan program latihan fisik. Jalan kaki, joging dan lari termasuk ke dalam  jenis latihan aerobik. Latihan aerobik merupakan latihan untuk melatih daya tahan organ jantung dan paru – paru dalam mengambil oksigen di udara untuk dialirkan melalui pembuluh darah sampai ke otot rangka yang digunakan dalam aktivitas tersebut. Ciri latihan aerobik adalah intensitas ringan < 64 % dari Denyut Nadi Maksimal (DNM) sampai dengan sedang  64% – 76 % dari Denyut Nadi Maksimal seseorang.


foto diambil dari https://www.freepik.com/free-photos-vectors/running

Jalan kaki, jooging atau berlari? Manakah pilihan yang tepat?

Pilihan disesuaikan dengan kemampuan anda masing – masing, bisa berjalan, berjalan cepat joging ataupun berlari.  Terdapat perbedaan dari masing-masing latihan tersebut berdasarkan gerak motoriknya, yaitu :

  • Jalan kaki : gerakan melangkah ke depan bergantian dengan kedua kaki tetap menapak pada tanah dengan kecepatan sekitar 1 – 4 km/jam.
  • Joging : gerakan melangkah sambil mengayunkan kaki ke depan bergantian dengan salah kaki di udara dan satu kaki berada di tanah dengan kecepatan 5-8 km/jam.
  • Berlari : gerakan mengayunkan kaki ke depan bergantian dengan dimana terdapat fase kedua kaki melayang di udara. Dengan kecepatan sekitar > 8 km/jam.

Sebaiknya pilihan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anatomis dan fisiologis seseorang. semisal contoh: seseorang yang mempunyai berat badan berlebih atau penyandang obesitas tidak anjurkan untuk joging atau berlari. Artikel yang  diterbitkan oleh Clinical Journal of Sports Medicine, menemukan bahwa berlari menghasilkan kekuatan pada persendian sekitar 2,5 kali berat badan seseorang , sementara berjalan menghasilkan kekuatan 1,2 kali berat badan . Bisa dibayangkan bila bobot berat tidak normal maka beban lutut sangat berat dan rentan terkena cedera pada tungkai, terutama bagian persedian di daerah lutut. Untuk itu jalan kaki santai sampai dengan jalan cepat (brisk walk) sangat cocok bagi mereka pemula, berat badan berlebih dan penyandang obesitas.

Penelitian yang dilaporkan oleh American Heart Association menemukan bahwa manfaat berjalan sama baiknya dengan berlari dalam hal menurunkan risiko penyakit jantung. Para peneliti menganalisis sekitar 48.000 pelari dan pejalan kaki terutama pada usia 40-an dan 50-an, dan menemukan bahwa berjalan cepat begitu juga berlari dapat menurunkan risiko diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Manfaat yang sama dari ketiga metode diatas membuat banyak pilihan bagi kita untuk melakukan latihan fisik. Namun sebelum melakukan latihan sebaiknya perlu melakukan pemeriksaan kebugaran. Sehingga pilihan untuk lari, joging ataupun jalan kaki tentunya sudah sesuai dengan tingkat kebugaran. Latihan yang sesuai dengan tingkat kebugaran akan lebih baik untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Ditulis oleh : Dody Iskandar , S.Si., M.Kes.,AIFO

Kepustakaan:

Benefits and Risks Associated with Physical diakses dari    https://www.acsm.org/docs/default-source/publications-files/acsm-guidelines-download-10
Scott Flynn (2018) . Walking and Jogging for Fitness Nursing and Health Science Diakses dari https://oer.galileo.usg.edu/cgi
Siski Green (05 February 2016) Jogging versus walking: what’s best for you? Diakses dari : https://www.saga.co.uk/magazine/health-wellbeing/exercise fitness/jogging-vs-walking
Is running better than walking it depends on your goals. Diakses dari https://www.washingtonpost.com/national/health-science
Walking vs. Running Which Is Better? Diakses dari :https://www.webmd.com/fitness-exercise/news

 30,379 total views,  29 views today