PERBEDAAN TEKANAN DARAH DAN KOMPOSISI TUBUH SETELAH LATIHAN INTERVAL INTENSITAS TINGGI BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Riza Adriyani*, Dody Iskandar, Ahmad Hendra Dana
Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Bandung, Bandung, Indonesia

Abstrak

Olahraga secara teratur direkomendasikan bagi orang dewasa yang mengalami hipertensi dengan risiko kardiovaskular rendah dan sedang. Latihan interval intensitas tinggi (HIIT) adalah metode latihan yang efisien dan memiliki efek proteksi kardiometabolik yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis kelamin terhadap tekanan darah dan komposisi tubuh setelah latihan interval intensitas tinggi. Orang dewasa dengan hipertensi dan obesitas sentral (laki-laki- 16 orang, usia 35.56 ± 4.56 tahun, lingkar pinggang (LP) 98.85 ± 6.85 cm, tekanan darah sistolik (TDS) 134.22 ± 2.86 mmHg, tekanan darah diastolik (TDD) 85.03 ± 6.58 mmHg) – (perempuan- 6 orang, usia 37.83 ± 5.46 tahun, LP 95.09 ± 7.49 cm, TDS 133.50 ± 6.47 mmHg, TDD 89.80 ± 5.94 mmHg) berpartisipasi dalam HIIT yang terdiri dari 3×4 menit pada 77–95 % dari denyut jantung maksimum (DNM) diselingi dengan 3 menit isitrahat aktif pada 64-76% DNM, tiga sesi per minggu selama 10 minggu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tekanan darah sistolik dan diastolik berkurang secara signifikan pada laki-laki. Terlihat perbaikan parameter komposisi tubuh yaitu penurunan rasio pinggang-pinggul, lemak visceral, dan massa lemak tubuh pada laki-laki (p <0.05). Lingkar pinggang menurun pada laki-laki maupun perempuan (p <0.05). Berdasarkan hasil tersebut, terdapat kemungkinan perbedaan jenis kelamin dalam adaptasi kardiometabolik setelah melakukan HIIT.

Link sumber : https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=qHeJ2-UAAAAJ&alert_preview_top_rm=2&citation_for_view=qHeJ2-UAAAAJ:9yKSN-GCB0IC

 2,199 total views,  2 views today